Menulis … susahkah?

Banyak orang yang telah memvonis dirinya bahwa menulis sangatlah sulit dan butuh bakat tertentu agar bisa menulis. Menulis tidak bisa juga dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama. Sebenarnya menulis tidaklah sesulit yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Yang mungkin diperlukan bukanlah suatu bakat istimewa pada diri seseorang, akan tetapi lebih pada keinginan dan minat yang besar untuk mau belajar, membangun kebiasaan untuk menuangkan ide atau gagasan melalui sebuah karya dalam bentuk tulisan.

Lebih penting lagi adalah mengubah mindset dan konstruksi mental pada diri masing – masing “calon penulis”. Mindset harus disetel bahwa “menulis itu mudah”, “mengapa orang lain bisa menulis sedangkan saya tidak?”. Katakanlah dan tanamkanlah dalam diri anda bahwa “saya pasti bisa melakukannya!”. Sedangkan untuk konstruksi mental, anda harus memiliki tekad serta keinginan atau kemauan yang besar untuk belajar teknik – teknik menulis dan yang tidak kalah pentingnya adalah meluangkan waktu untuk menulis walaupun hanya sebentar!.

Tidak ada seorangpun yang akan menyangkal bahwa guru adalah sosok yang sangat dekat dengan ilmu pengetahuan. Guru minimal menguasai ilmu yang diajarkan kepada murid – muridnya. Seorang guru sudah biasa berceloteh dan bercerita banyak tentang ilmu yang dikuasainya di depan murid – muridnya. Alangkah ceria dan semaraknya dunia pendidikan bila masing – masing guru dapat menulis sebuah buku agar dapat digunakan sebagai salah satu wacana bagi muridnya. Selama ini mungkin banyak sekali terbersit dalam benak seorang guru “ah, dari pada membuat buku sendiri lebih baik anak – anak membaca dari buku yang sudah ada saja … gitu aja kok repot”. Apakah pikiran seperti itu yang selama ini bergelayut di otak dan hati kita? Alangkah menyedihkan bangsa ini kalau itu memang benar – benar terjadi. Mungkin yang lebih parah akan terjadi adalah bangsa ini suatu saat akan terpuruk karena hanya menjadi bangsa pemangsa ilmu, bukan penghasil ilmu.

Kita mestinya “iri” dengan penulis yang telah sukses menjajakan bukunya. Banyak sekali penulis yang sudah menerbitkan lebih dari satu buku, sedangkan kita?. Yang lebih penting lagi adalah kita mestinya juga “malu” terhadap para penulis itu. Ternyata banyak sekali penulis yang menulis buku padahal mempunyai latar pendidikan berbeda dari topik yang ada pada buku yang dihasilkannya. Apabila waktu yang menjadi persoalan dalam menulis buku maka kita sekali lagi harus “malu, Malu dan MALU” karena banyak sekali penulis yang ternyata juga seorang pengusaha dimana dalam kesehariannya sangat mobile dalam menjalankan pekerjaannya, akan tetapi mereka masih sempat membuat tulisan dan hasilnya? Wow … buwaguuzz, sedangkan kita? Apa yang sudah kita tulis? …apa … apa?

Setelah sedikit uraian diatas, apakah sudah mulai tersulut emosi anda? Baguslah kalau begitu, berarti anda sudah mulai sedikit membuka diri untuk segera menjadi calon penulis. Carilah segera ide – ide yang minimal berasal dari ilmu pengetahuan yang telah anda kuasai dan segeralah untuk menuliskannya menjadi sebuah buku, jangan lupa!.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s